• Our Church Our Home
  • Visi
  • MISI
  • NILAI-NILAI

CARA HIDUP JEMAAT MULA-MULA (KISAH PARA RASUL 4:32-37)

Pnt. Robinson Saragih

Pnt. Robinson Saragih

KISAH PARA RASUL 4:32–37: Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang berkata bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan bersama. Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah. Sebab tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa dan mereka meletakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu di bagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya. Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul di sebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang dari Siprus. Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul.

Saudara yang saya kasihi dalam Kristus, cara hidup jemaat ini adalah cara hidup yang bisa kita tiru, saling membantu sehingga tidak ada yang kekurangan, luar biasa. Tuhan mau supaya semua jemaat bisa hidup dalam segala kelimpahan. Mau bekerja, maka Tuhan akan memberkati apa saja yang kita kerjakan. Dulu mereka menjual rumah atau ladang untuk bisa menolong jemaat Tuhan, sekarang asal kita mau saja mengumpulkan uang kita yang seharusnya diinvestasikan ke pasar modal atau valas atau ke deposito, relakanlah kita tabungkan atau investasikan ke dalam gereja, maka saya percaya kita tidak akan kekurangan atau miskin, namun kita akan berkelimpahan.

Yesus pernah berkata dalam MARKUS 10:28–30: Berkatalah Petrus kepada Yesus: ”Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau.  Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang akan menerima hidup yang kekal, Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.

Saudara, jika karena Yesus dan karena Injil kita kehilangan segala sesuatu, ataupun karena Yesus, apa yang kita bisa lakukan untuk Yesus? Ketika seseorang melakukan sesuatu kepada orang yang hina dan miskin, kata Yesus, kita melakukan itu untuk Yesus. Apapun yang kita lakukan kepada orang hina dan miskin sebenarnya kita lakukan kepada Yesus dan Dia janji bahwa apapun yang kita lakukan itu akan Dia balas kepada kita ketika masa hidup kita seratus kali lipat. Jadi jika kita menabur kebaikan melalui orang-orang di sekitar kita, hal itu bukan berarti akan menghabiskan harta kita, sebenarnya kita sedang mengembangkan harta kita. Yesus katakan: Jika karena Aku dan karena Injil seseorang kehilangan apapun, pada saat ini Aku akan mengembalikan seratus kali lipat apa yang hilang itu dan pada masa yang akan datang kita beroleh upah dalam kekekalan.

Ketika orang percaya melakukan kebaikan kepada siapapun, sebenarnya dia sedang melakukan untuk Yesus, dan kalau itu dilakukan untuk memberitakan Injil maka kita sedang menabur harta dan Solaiman katakan ada orang yang menabur harta dan tidak kekurangan bahkan dia bertambah kaya, mengapa? Karena dia menabur pada tanah yang baik dan pada tanah yang subur, sehingga dia akan menuai seratus kali lipat kata Yesus. Apa itu tanah yang subur? Apapun yang kita lakukan kepada Yesus dan kepada Injil maka itu berarti kita menabur pada tanah yang subur, dan akan menuai seratus kali lipat.

Bagaimana melakukan sesuatu kepada Yesus? Apapun yang kita lakukan kepada orang percaya (KISAH PARA RASUL 9:4–5); apapun yang kita lakukan kepada orang miskin dan hina (MATIUS 25:40,45) dan janji Tuhan inilah yang menyebabkan orang-orang yang kaya pada jemaat mula-mula menjual tanah dan ladang mereka dan memberikan kepada rasul-rasul untuk dibagi-bagikan kepada seluruh jemaat, sesuai kebutuhan masing-masing, sehingga tidak ada yang kekurangan di antara mereka.

Tuhan Yesus berkata: pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh dan membinasakan; Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Tuhanlah yang menginginkan umat-Nya, anak-anak-Nya hidup dalam kelimpahan, dan jemaat mula-mula menikmati kelimpahan mereka karena Roh Kudus menggerakkan orang-orang yang memiliki tanah ladang ataupun rumah untuk dijual dan uang hasil penjualan itu dibagikan kepada seluruh jemaat.

Jemaat mula-mula mengakui bahwa milik pribadi mereka sebagai milik bersama, sebenarnyalah milik kita adalah milik Tuhan yang memiliki segala sesuatu di semesta ini.

Mazmur 24:1: Mazmur Daud. TUHANlah yang empunya bumi serta segala isinya dan dunia serta yang diam di dalamnya.

Jadi sebenarnya Allahlah pemilik segala sesuatu yang ada pada kita. Dia memberkati kita supaya kita bisa memberkati orang lain di sekitar kita. Kita hanyalah bendahara Tuhan di muka bumi ini. Kita merupakan pengelola harta Tuhan, Dia mau supaya kita mengembangkan harta-Nya. Bukan untuk menghabiskan atau menggunakan untuk sesuatu yang tidak berguna bagi Dia, Dia mau supaya milik-Nya digunakan untuk keperluan perluasan Kerajaan-Nya di muka bumi ini.

Saudara, mari kita meminta petunjuk Tuhan dalam penggunaan harta yang Tuhan titipkan pada kita. Untuk keperluan Dialah seharusnya kita menggunakan harta kita, bukan untuk memuaskan kemauan kita atau keinginan kita, sesuka kita. Dialah seharusnya yang mengarahkan kita dalam penggunaan harta-Nya yang Dia titipkan untuk dikelola. Haleluya. Tidak sepatutnya ada orang yang sangat berkekurangan di antara kita dan ada yang sangat berkelimpahan. Rasul Paulus mengatakan hendaknya yang berkekurangan dicukupkan oleh yang berkelebihan dan yang berkelebihan rela untuk memberi, sehingga yang kekurangan dapat dicukupkan oleh saudara-saudara yang berkelebihan. Haleluya. Puji Tuhan, bagi Dialah segala pujian dan sembah kita, melalui penggunaan harta kita. Amin.

Oleh: Pnt. Robinson Saragih