• Our Church Our Home
  • Visi
  • MISI
  • NILAI-NILAI

BANGKITLAH DAN TUAILAH

Pnt. Robinson Saragih

Pnt. Robinson Saragih

LUKAS 10:2: Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya ia mengirim pekerja-pekerja untuk tuaian itu.

Saudara-saudara yang kekasih di dalam Kristus, ayat di atas adalah perkataan Yesus ketika dia mengutus 70 orang murid ke desa-desa di Palestina ketika itu, supaya mereka mengabarkan Injil dan mengabarkan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.

Yesus mengatakan kepada mereka bahwa tuaian yaitu jiwa-jiwa yang belum percaya kepada Yesus sangat banyak, tetapi pekerja yang bisa menuai tuaian itu baru ada 70 orang dan mereka sedang diutus oleh Yesus untuk menuai ladang yang menguning itu. Namun Yesus berkata, mintalah supaya Tuan pemilik tuaian mengirim pekerja-pekerja untuk menuai.

Saudara, jika mereka yang 70 orang itu sudah pergi dan mereka juga berdoa kepada Bapa pemilik tuaian itu agar Bapa mengirim pekerja-pekerja yang akan menuai tuaian, apakah itu bisa? Apakah ada murid Yesus yang lain yang akan datang? Dari mana mereka akan datang? Padahal Yesus memiliki hanya 70 orang murid pada waktu itu, dan mereka semua diutus dua-dua untuk pergi memberitakan Injil Kerajaan untuk menuai jiwa-jiwa yang belum percaya.

Yesus ingin agar murid-murid serius mengerjakan tugas mereka, karena tidak ada calon pekerja di manapun pada saat itu di bumi ini. Sangat berbeda dengan sekarang, ada banyak murid Kristus saat ini di bumi ini, sehingga jika kita berdoa meminta dikirim pekerja, doa itu logis. Namun pada saat Yesus mengutus murid-murid-Nya, tidak logis mereka berdoa meminta Bapa mengirim pekerja kepada mereka di Israel pada saat itu, karena pada saat itu belum ada murid-murid Yesus di luar Israel, karena MANDAT BAPA untuk YESUS adalah mengabarkan Kerajaan Allah kepada ISRAEL saja. Pemberitaan Injil ke seluruh dunia baru diperintahkan Yesus setelah Dia bangkit dari kubur. Jadi YESUS mau supaya mereka FOKUS kepada pekerjaan mereka, mengabarkan Injil dua-dua ketika itu dan bertekad supaya mereka berhasil untuk menjadikan orang tidak percaya menjadi percaya dan menjadi murid atau pengikut Yesus dan langsung menjadi PEKERJA agar mereka siap untuk MENUAI TUAIAN YANG LAIN. Untuk itu maka Yesus memperlengkapi mereka dengan KUASA dan KEMAMPUAN SUPRANATURAL, yang berasal dari PENGURAPAN YESUS sendiri.

Saudara, kalau dulu setiap pekabar Injil juga yang langsung memfollow up orang baru percaya menjadi penuai, sehingga saat itu sangat cepat pertumbuhan jumlah pengikut Yesus.

Bagaimana saat ini? Tuaian sangat banyak sekali; ada banyak sekali orang yang belum percaya kepada Yesus. Faktanya adalah ada 2/3 penduduk dunia belum percaya. Jika penduduk dunia ada 7 milyar manusia, maka lebih kurang hampir 5 milyar manusia belum percaya Yesus. Walaupun sebenarnya saya optimis, namun inilah statistik misi hingga tahun 2010 yang saya baca. Saya optimis statistik ini sudah sangat berubah. Namun tetap menjadi tugas orang percaya supaya semua orang mengenal Yesus Kristus. Karena dari dulu Bapa tetap sama, tidak berubah, bahwa Dia TIDAK menginginkan KEMATIAN orang BERDOSA, Dia menginginkan PERTOBATAN mereka. Nabi Yeremia dan Yehezkiel mengatakan hal itu, begitu juga dengan Rasul Petrus.

Bagaimana statistik itu di Indonesia? Tidak ada statistik yang valid untuk hal ini, namun dengan optimis saya mengatakan masih sangat banyak orang yang belum percaya pada Yesus. Paulus mengatakan bahwa jika mereka berseru saja untuk diselamatkan oleh Yesus, maka mereka akan diselamatkan! Namun, bagaimana mereka BISA BERSERU kalau mereka TIDAK PERCAYA? Bagaimana mereka bisa PERCAYA kalau mereka TIDAK PERNAH MENDENGAR? Bagaimana mereka bisa MENDENGAR kalau tidak ada YANG MENGABARKAN? Bagaimana ada yang MENGABARKAN jika ORANG PERCAYA TIDAK MAU PERGI?

Saudara, saya percaya bahwa Roh Kudus tetap menjadi SAKSI YANG SETIA dan DIA memberi MIMPI dan PENGLIHATAN dan mengizinkan berbagai kejadian untuk MENGARAHKAN ORANG untuk MENGALAMI HAUS DAN LAPAR akan KEBENARAN. Dan ada banyak sekali orang yang haus dan mereka SEDANG MENCARI KESELAMATAN.

Saudaraku jemaat Tuhan yang kekasih, pada saat ini Tuhan sudah nyatakan kebaikan-Nya kepada kita melalui karya-karya-Nya. Juga melalui janji-janji-Nya dan pekerjaan Roh Kudus-Nya. Oleh karena itu inilah saatnya kita bangkit untuk menuai.

Bangkitlah dan tuailah! Bukan saatnya lagi terus meminta-minta. Kita adalah orang-orang yang dipilih dan ditetapkan oleh-Nya untuk menuai pada zaman akhir ini. Yoel mengingatkan kita:

YOEL 3:9: Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tak berdaya berkata: ”Aku ini pahlawan!”

Inilah saatnya anak-anak Tuhan menempa = menjadikan; mata bajak = alat pertanian = alat mencari uang = mata pencaharian; menjadi pedang = alat perang; peperangan orang percaya = pelebaran Kerajaan Allah, pemberitaan Injil. Jadi inilah saatnya pekerjaan kita untuk mencari uang menjadi alat untuk bersaksi dan memberitakan Injil = pelebaran Kerajaan Allah. Jadi pekerjaan adalah sarana untuk pelayanan; sarana untuk memberitakan Injil Kerajaan.

Bangkitlah dan tuailah! Inilah saatnya anak-anak Tuhan menggunakan apa saja miliknya untuk dijadikan sarana pekabaran Injil. Saya percaya, jika Anda menggunakan pekerjaan Saudara = sarana Saudara untuk mencari nafkah, namun Saudara gunakan untuk sarana pelayanan = sarana pemberitaan Injil, maka saya percaya pekerjaan Saudara akan semakin maju dan semakin membuahkan hasil-hasil yang Saudara mimpikan.

Saudara, jemaat Tuhan, sudah singkat waktu-Nya. Kita berada di akhir zaman, di mana sedikit lagi waktunya Yesus akan datang lagi. Dia akan datang kalau penginjilan kepada bangsa-bangsa sudah dilaksanakan. Dan Dia tidak akan datang jika semua etnis belum mendengarkan Injil Kerajaan Allah. Mari kita bergandengan tangan melakukan pekabaran Injil seperti apa yang Yesus pernah mandatkan kepada Gereja-Nya. Pergilah ke seluruh dunia dan beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Tuhan telah menyerahkan tugas itu kepada gereja, dan semua kita jemaat Yesus yang harus melakukannya, bukan hanya para Penatua, Pendera dan para pengkhotbah saja, atau hanya diaken dan para pekerja saja. Yesus mau semua kita yang PERCAYA kepada-Nya.

Mari siapkan diri Anda dan lakukanlah PENUAIAN itu dengan MEMBERITAKAN INJIL KERAJAAN ALLAH. Haleluya, Puji Tuhan.

KERELAAN MEMBERITAKAN INJIL

Pnt. Leonardo Mangunsong

Pnt. Leonardo Mangunsong

Alkitab katakan bahwa peperangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan kuasa-kuasa kegelapan yang menguasai dunia ini, termasuk manusia. Itulah sebabnya Tuhan ingin agar kita menggunakan senjata Allah untuk melawan kuasa tersebut, dan senjata yang Tuhan berikan kepada kita adalah kaki yang berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera.

Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera (Efesus 6:10-15)

Mengapa pemberitakan Injil merupakan senjata rohani bagi kita? Karena dalam Kejadian 3:15, setelah manusia jatuh dalam dosa, maka Allah membuat permusuhan antara manusia dengan Iblis, di mana keturunan Adam menghancurkan kepala dan keturunan ular itu. Yesus menghancurkan kuasa Iblis dan keturunan ular meremukkan tumit dari keturunan Adam. Tumit itu merupakan kaki yang berkasutkan kerelaan memberitakan Injil. Iblis berusaha untuk melumpuhkan kekuatan kita untuk memberitakan Injil.

Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” (Kejadian 3:15)

Mengapa Iblis ingin meremukkan tumit umat Tuhan? Karena tumit umat Tuhan, kaki kita, dapat dipakai untuk memberitakan Injil, dan Injil adalah kekuatan Allah yang dapat menyelamatkan setiap orang yang percaya, dan Injil yang dimaksud adalah Injil Kerajaan, yang berkuasa atas dunia ini dan manusia, termasuk Iblis.

Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani (Roma 1:16)

Karena Kerajaan Allah sedang mengintervensi kerajaan dunia ini, maka Yesus pun memulai intervensi ini dengan memberitakan Injil Kerajaan dan setelah Yesus kembali kepada Bapa maka kitalah yang melanjutkan tugas tersebut sampai kesudahan dunia dan Tuhan Yesus datang kembali ke dunia.

Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu (Matius 4:23)

Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan (Matius 9:35)

Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia (Matius 24:14)

Tuhan ingin kaki yang berkasutkan kerelaan memberitakan Injil ini menjadi gaya hidup gereja Tuhan, supaya senjata Allah senantiasa kita gunakan untuk hidup berkemenangan dalam segala hal. Itulah sebabnya Paulus merasa celaka jikalau dia tidak memberitakan Injil, bahkan dia merasa bahwa memberitakan Injil merupakan upah baginya.

Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil. Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku. Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil (IKorintus 9:16-18)

Oleh sebab itu marilah kita menggunakan senjata rohani yang Tuhan sudah berikan kepada kita yaitu kaki yang berkasutkan untuk memberitakan Injil. Kita memilih gaya hidup untuk memberitakan Injil, menghancurkan ikatan Si Jahat terhadap jiwa-jiwa yang terhilang. Marilah kita melakukannya dengan roh yang menyala-nyala dan kerajinan yang tidak kendor, sampai setiap orang mendengar dan percaya tentang Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat, Jalan kepada Bapa.

 

Oleh: Pnt. Leonardo M.