Category Archives: Pnt. Leonardo Mangunsong

Renungan 4 November 2018

BL NewHIDUP DALAM PERSEKUTUAN DAN PERJUMPAAN DENGAN TUHAN

Oleh : Pnt. Leonardo Mangunsong

Sebagai anggota Kerajaan Allah pastilah kita memilki gaya hidup yang berbeda dengan kerajaan dunia ini. Kita memiliki pola hidup, cara berpikir yang sama seperti Yesus. Gaya hidup yang terutama dalam Kerajaan Allah adalah bahwa setiap kita memiliki kehidupan persekutuan dengan Tuhan yang sangat intim sehingga kita senantiasa mengalami perjumpaan dengan Tuhan, karena terhadap Allah kita adalah satu roh.

Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia (I Korintus 6:17).

Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!” (Roma 8:15).

Persekutuan yang intim dengan Tuhan karena kita memilki kebersatuan dengan Tuhan. Hal itu dapat kita hidupi melalui dibangunnya kehidupan doa, pujian dan penyembahan kepada Tuhan serta perenungan Firman Tuhan. Pemazmur Daud telah membangun kehidupan yang intim dengan Tuhan sehingga doa, pujian dan penyembahan serta perenungan Firman Tuhan menjadi gaya hidupnya sehari-hari.

TUHAN memerintahkan kasih setia-Nya pada siang hari, dan pada malam hari aku menyanyikan nyanyian, suatu doa kepada Allah kehidupanku (Mazmur 42:9).

Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil (Mazmur 119:164).

Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka (Mazmur 149:6).

Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu aku bergembira, seperti atas segala harta. Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu dan mengamat-amati jalan-jalan-Mu (Mazmur 119:14-15).

Daud melakukan persekutuan yang intim dengan Tuhan setiap saat, malam hari dan juga pagi hari.

TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu (Mazmur 5:4).

Tetapi aku ini, ya TUHAN, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan pada waktu pagi doaku datang ke hadapan-Mu (Mazmur 88:14).

Pagi-pagi buta aku bangun dan berteriak minta tolong; aku berharap kepada firman-Mu (Mazmur 119:147).

Bagi kita yang memiliki Roh Allah, maka persekutuan yang intim bisa kita alami setiap saat. Karena itu Paulus menasehati agar kita memahami peranan Roh Kudus dalam hidup kita yang memberikan karunia-karunia Roh Kudus.

Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia (I Korintus 12:2).

Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat (I Korintus 14:4).

Kita harus secara aktif berkata-kata dalam bahasa roh agar kita dapat mengalami persekutuan yang secara terus menerus sehingga kita terus menerus mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan roh kita menjadi menyala-nyala.

Kita perlu juga membangun rasa lapar dan haus akan Tuhan sehingga kita dapat menyediakan waktu-waktu yang spesial dengan Tuhan dalam doa, pujian dan penyembahan serta perenungan Firman Tuhan secara pribadi seperti yang dilakukan oleh Pemazmur Daud.

Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? (Mazmur 42:1-3).

Betapa disenangi tempat kediaman-Mu, ya TUHAN semesta alam! Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup (Mazmur 84:2-3).

Ketika kita menghidupi gaya hidup bersekutu intim dengan Tuhan maka kita akan senantiasa mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Terang itu semakin bercahaya dan dunia akan melihat Yesus di dalam hidup kita. Kita tidak lagi dikuasai oleh kedagingan, hidup penuh sukacita dan damai sejahtera sekalipun ada banyak tantangan dan persoalan. Dan kita senantiasa hidup dalam hadirat Tuhan.

Marilah kita terus membangun keintiman dengan Tuhan, sediakan waktu yang spesial dan terus bersekutu dan gunakan bahasa roh di mana pun dan apa pun yang kita kerjakan sehingga dalam doa dan persekutuan dan dalam ibadah kita alami terobosan dan perjumpaan yang sangat dalam dengan Tuhan.