Category Archives: Taat

Renungan Taat, 19 Mei 2019

BRMENYANGKAL DIRI, MEMIKUL SALIB, MENGIKUT AKU

Oleh : Pnt. Robinson Saragih

LUKAS 9:23 Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

Ketika Yesus sedang sendiri berdoa maka datanglah murid-murid-Nya dan Yesus bertanya kepada mereka, ”Siapakah Aku menurut orang banyak? Maka para murid berkata, “Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu sudah bangkit kembali”. Yesus kembali bertanya, ”Siapakah Aku ini, mernurut kamu?” Jawab Petrus, ”Mesias dari Allah”. Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka tidak memberitahukan hal itu kepada siapapun. Yesus juga mengatakan perkataan-Nya yang dikutip seperti diatas, yang menjadi dasar judul tulisan ini dituliskan.

Yesus melarang mereka untuk memberitahukan kepada siapapun bahwa diri-Nya adalah MESIAS ANAK ALLAH YANG HIDUP. Supaya Yesus bisa melihat ketulusan orang-orang yang akan datang mengikuti Dia. Kalau mereka sudah tahu bahwa Yesus adalah Mesias, maka akan banyak orang mengikuti Dia karena mereka mau beroleh selamat dan beroleh hidup yang baik di masa depannya. Kemesiasan Yesus menjadi pemicu bagi beberapa orang murid-murid-Nya untuk menaati dan menuruti Dia.

Yesus berkata bahwa jika seseorang ingin mengikut Dia maka orang itu harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

MENYANGKAL DIRI :

Menyangkal diri adalah menolak segala bentuk perbuatan yang melanggar hukum, dan menolak segala keinginan di dalam diri kita yang bertentangan dengan keinginan Tuhan dan melanggar hukum dan Firman Tuhan, sehingga kita hanya ingin melakukan perbuatan yang diizinkan oleh Tuhan sesuai dengan firman-Nya dan kita memiliki keinginan untuk menyenangkan Tuhan yang sudah pasti kita akan gagal. Sudah dapat dipastikan bahwa kita akan gagal untuk menyenangkan dan memuaskan Tuhan, namun oleh karena kasih karunia-Nya kita beroleh kehormatan untuk melayani Dia dan kita dilayakkan untuk melayani Dia. Dalam melayani Dia kita akan banyak menemui keadaan di mana kita harus menyangkal diri kita supaya kita tidak KECEWA dan MENGGERUTU mengikut Tuhan.

Rasul Paulus pernah menasihatkan anak rohaninya dan berkata dalam :

KOLOSE 3:23 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Dalam bertindak mengenai apapun dan dalam segala perbuatan kita, hendaklah semuanya dilakukan dengan segenap hati seperti untuk Tuhan, jadi bukan sekedarnya dilakukan, tapi benar-benar dilakukan dengan sungguh-sungguh dan dengan segenap hati seperti untuk Tuhan. Jadi tujuannya adalah untuk menyenangkan Tuhan bukan untuk memuaskan dan demi kesenangan kita sendiri. Jadi kita melakukan bukan sesuai dengan KEINGINAN KITA. Tapi sesuai dengan KEHENDAK ALLAH.

MEMIKUL SALIB :                      

Memikul salib sama dengaan mematikan keinginan daging di mana ada natur dosa dan ini adalah sangat sulit dan tidak gampang untuk melakukannya, bagaimana rasul Paulus mengatakan :

GALATIA 2:19C-20 Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Kedagingan kita telah disalibkan dan kuasa dosa telah dikalahkan oleh kematian Yesus Kristus di atas kayu salib, pada saat yang sama kedagingan kita orang percaya telah dimatikan, hanya kita tetap hidup dan bukan saja kita yang hidup di dalam tubuh kita ini, ada Yesus Kristus hidup di dalam kita. Jika kita mau membiarkan Roh Kristus yang tinggal di dalam kita memimpin hidup kita dan kita ingin mematikan kedagingan kita seperti apa yang rasul Paulus katakan dalam :

ROMA 8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

Jika kita rela mematikan keinginan daging atau tubuh kita, maka kita akan menikmati kehidupan yang berkelimpahan, hidup berkemenangan dan kehidupan yang dipermuliakan bersama Kristus. Kematian daging atau tubuh kita sebenarnya sudah terjadi bersama dengan kematian Kristus, namun kita masih hidup dalam tubuh ini, dan karena itu sepatutnyalah kita hidup berserah kepada Tuhan dan rela untuk diarahkan dan dikendalikan oleh Roh Kristus yang HIDUP DI DALAM KITA.

ROMA 8:17  Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Saudara, dalam kehidupan baru kita, Kristus tinggal di dalam kita dan Dia ingin agar dengan kerelaan kita bisa hidup tidak sama dan serupa dengan dunia. Dia mau mengarahkan kita untuk hidup seperti apa yang Dia inginkan, namun kita sering tidak bisa mengikuti Dia. Kita mau hidup seperti apa yang kita ingini, kita mengikuti suara pikiran kita, perasaan kita sehingga kita melakukan kehendak kita dan kita melakukan apa yang kita sukai, sebenarnya kita telah melakukan suka-sukaku, bukan suka-sukaMu Tuhan, dan itulah kedagingan, biasanya melahirkan persoalan dalam hidup kita. Hidup kita akan mendapat masalah karena kedagingan selalu menghasilkan kematian, kebangkrutan, kesakitan, rasa malu, akibat kesalahan kita, karena tidak mau dengar-dengaran kepada Roh Kristus yang sudah tinggal di dalam kita.

Yesus pernah menyatakan bahwa benih itu musti mati di kuburkan dalam tanah supaya benih itu menghasilkan tanaman baru yang akan menghasilkan buah. Dari kematian satu benih akan menghasilkan satu tanaman baru yang akan menghasilkan banyak buah, tanpa kerelaan kita memikul salib dan mematikan kedagingan kita, kita tidak akan melihat bagaimana kemuliaan Tuhan berada dalam kemuliaan Tuhan.  Tanpa salib tidak ada kemenangan dan tidak ada kemuliaan, maka memikul salib merupakan bagian dari hidup seorang murid Yesus yang sejati.

MENGIKUT YESUS :

Apa pentingnya untuk terus mengikut Yesus? Saudara, Yesus adalah teladan dan contoh bagaimana Dia sudah rela memikul salib dan bagaimana daging-Nya disakiti dalam aniaya sampai Dia mati. Oleh karena itu patut sekali kita terus mengikuti Dia dalam segala dan semua kehidupan-Nya, supaya kita beroleh kekuatan dan semangat untuk menyangkal diri kita dan memikul salib. Mengikut Yesus melalui menaati Firman-Nya, senantiasa menyadari bahwa Dia selalu hadir di dalam kita dan kita menyadari bahwa kita senantiasa di dalam HADIRATNYA atau di dalam KEHADIRANNYA di manapun kita berada.

Saudara, apakah engkau selalu menyadari bahwa Dia bersama engkau senantiasa? Apakah engkau sadar bahwa Dia selalu bersama engkau, di manapun engkau berada? atau Sadarkah engkau bahwa Dia selalu bersama engkau di manapun engkau berada, dalam setiap apapun masalah yang engkau hadapi bahwa Dia selalu bersama engkau? dan sadarkah engkau bahwa Dia pernah berjanji bahwa Dia tidak akan meninggalkan kita selama-lamanya ?

Ketidaksadaran akan kehadiran Allah dalam hidup kitalah yang sering mengakibatkan kita mengalami berbagai macam masalah. Jikalau kita sadar bahwa Dia senantiasa dekat dengan kita, maka masalah mengikut Dia bukanlah masalah lagi karena ternyata Dia selalu dekat dengan kita. Dia ada di dalam kita namun kita tidak mau menaati firman dan tidak mau tahu dengan kehendak-Nya. Sangat ironis hidup kekeristenan kita, Dia di dalam kita tapi kita mengabaikan Dia. Itulah yang MEMADAMKAN ROH dan mengakibatkan ROH BERDUKA, sehingga hidup kita tidak menggambarkan kehidupan Yesus dan kehidupan Kristen yang baik.

Saudara, Yesus ingin supaya kita senantiasa mengikut Dia supaya ketika kita musti menyangkal diri kita kita beroleh kekuatan dari kehadiran-Nya. Ketika kita memikul salib dalam kehidupan kita, kita beroleh kekuatan dari keteladanan-Nya untuk menaati Bapa-Nya.

Rasul Paulus pernah berkata dalam :

FILIPI 4:13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Roh Kristus selalu ingin menyalurkan seluruh kekuatan-Nya kepada orang-orang percaya yang bergantung kepada-Nya. Dia sangat ingin menolong orang-orang yang berseru-seru memohonkan pertolongan-Nya, dalam kehidupan orang percaya dalam menyangkal diri dan saat memikul salib kita. Haleluya. Puji Tuhan. Amin.