Author Archives: Sorta Meralda Tobing

PENCURAHAN ROH KUDUS

Pnt. Leonardo Mangunsong

Janji Tuhan bahwa Ia akan mencurahkan Roh Kudus-Nya telah dikatakan pada zaman Nabi Yoel: Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu. (Yoel 2:28-29).

Dan apa yang Tuhan janjikan itu digenapi di zaman Kisah Para Rasul, di mana sebelumnya Yesus sudah menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Dia akan mencurahkan Roh Kudus-Nya kepada murid-murid-Nya dan kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Sebelum Yesus naik ke sorga dan setelah Yesus dibangkitkan dari kubur, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya bahwa Roh Kudus akan dicurahkan sebagai penggenapan janji Bapa.

Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang — demikian kata-Nya — “telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.” (Kisah Para Rasul 1:4-5).

Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.” (Lukas 24:49).

Ketika Yesus naik ke sorga, murid-murid-Nya menaati perintah-Nya, dan mereka kembali ke Yerusalem dan tetap tinggal di sana. Murid-murid berkumpul bersama di Yerusalem, dengan sehati mereka berdoa. Dan ketika mereka sedang berdoa, turunlah dari langit suatu bunyi tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus dan mereka mulai berkata-kata dalam bahasa lain seperti yang diberikan oleh Roh Kudus kepada setiap mereka yang hadir. Mereka semuanya mengalami pencurahan Roh Kudus sebagai penggenapan janji Tuhan.

Banyak orang yang berkumpul di Yerusalem saat itu tercengang-cengang dan heran serta takjub, namun ada juga yang mengejek mereka bahwa murid-murid-Nya sedang mabuk anggur. Namun ketika Petrus berkhotbah, banyak di antara mereka yang percaya dan bertobat serta mengalami pencurahan Roh Kudus. Hal ini terjadi karena janji Tuhan bahwa pencurahan Roh Kudus bukan hanya untuk murid-murid Tuhan, tetapi kepada semua orang, semua manusia.

Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.” (Kisah Para Rasul 2:39).

Itulah sebabnya bagi kita di akhir zaman ini, kita menjadi generasi yang akan menikmati penggenapan janji Tuhan, bahwa kita akan mengalami pencurahan Roh Kudus, termasuk seluruh penduduk negeri ini, baik anak-anak sampai orang dewasa.

Mengapa Roh Kudus harus dicurahkan? Semata-mata agar ketika Yesus naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa, kita tidak ditinggalkan sendirian, tetapi kita  memiliki Penolong yang lain, karena Dia diam dalam diri kita dan menyertai hidup kita, selain itu agar kita diperlengkapi dengan kuasa untuk dapat bersaksi.

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Para Rasul 1:8).

Bukan hanya kita intim dengan Roh Kudus dan hidup penuh kuasa karena peristiwa pencurahan Roh Kudus, namun kita dapat berkata, berpikir, dan bertindak melalui karunia-karunia Roh Kudus, karena melalui pencurahan Roh Kudus kita akan menerima karunia-karunia Roh Kudus.

Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. (Kisah Para Rasul 2:38).

Hal lain dari pencurahan Roh Kudus adalah kita dapat memiliki buah kehidupan yang mencerminkan pribadi Yesus, yaitu buah Roh, dan yang luar biasa adalah kita dapat menjadi seperti Yesus. Itulah sebabnya Roh Kudus harus dicurahkan oleh Bapa, supaya manusia yang diciptakan oleh Bapa memiliki keintiman dengan Bapa, memiliki hidup yang penuh kuasa, dan dapat hidup seperti Yesus, serta dapat memiliki pikiran dan perasaan Bapa. Karena itu marilah kita berdoa agar senantiasa mengalami pencurahan Roh Kudus. Juga bagi setiap orang yang ada di bumi ini agar apa yang menjadi kerinduan Tuhan digenapi dalam setiap pribadi ciptaan-Nya: setiap manusia menjadi rumah kehadiran Tuhan… Amin.

 

Oleh: Pnt. Leonardo Mangunsong